Ramah Lingkungan dan Hemat Energi

KRISIS energi yang kini sedang melanda negeri tercinta ini mungkin bisa sedikit teratasi dengan hunian berkonsep bioklimatis ini. Karena beberapa prinsip dasar konsep desain bioklimatis ini sangat memungkinkan Anda untuk menghemat pemakaian energi.

Tak heran bila rumah berkonsep ini nantinya akan membuat penghuninya lebih hemat. Khususnya mereka bisa memangkas budget untuk energi. Menurut arsitek Bambang Eryudha dengan desain ini sang penghuni diajak untuk memahami kesadaran pola pikir hidup hemat.

Caranya bisa melakukan pendekatan pasif dan pendekatan aktif. Pendekatan pasif yakni berorientasi pada aspek-aspek saat merencanakan pembangunan. Misalnya membuat lebih banyak jendela dan ruang terbuka. Sejak awal perencanaan Anda harus bisa sudah memiliki gambaran ruangan mana yang harus tertutup dan ruangan mana yang bisa dibiarkan terbuka.

Sementara pendekatan aktifnya dengan mengurangi penggunaan yang bersifat artifisial seperti AC (air condirioner). Alternatifnya mulailah menggunakan sesuatu yang serba alami. Kalaupun tetap ingin menggunakan unsur mekanik dan elektronik, Anda bisa mulai dengan mengurangi comfort zone
diri sendiri. Misalnya, sebut Bambang, mulailah perlahan-lahan menghindari atau mengurangi pemakaian AC. Bila biasanya Anda menggunakan AC di kisaran 18 derajat mulailah menaikkan menjadi 22-24 derajat.

“Sebenamya kalau dari awal sirkulasi udara dan cahaya bisa didesain dengan tepat, maka Anda tidak lagi memerlukan AC. Sebagai gantinya, kesejukan bisa didapat secara alami,” ujar Bambang.

Selain itu, kurangi penggunaan listrik yang terus menyala seperti listrik pesawat televisi yang dibiarkan dalam posisi standby. Begitu juga dengan AC, charger, dan lain sebagainya. Sebab, tanpa disadari listrik yang selama ini dibiarkan standby tetap menyedot energi.

Hal serupa juga dikatakan arsitek Andry Hermawan. “Pendekatan yang saya rasa paling baik adalah analisa arsitektur vernacular dimana produk arsitektur itu dibuat,” katanya. Pola dan bentuk desain arsitektur vernacular yang sudah ada sejak dulu mungkin bisa diaplikasikan Karena rumah desain zaman dulu sebenamya memiliki aspek bioklimatiks. Nah konsep rumah zaman dulu bisa Anda ambil dan dipadukan dengan desain ke kinian.

Intinya, lanjut Andry, dalam konsep bioklimatis ini secara pasif itu adalah pendekatan dengan komponen-komponen alamiah. Sementara pendekatan akrif adalah pendekatan dengan konsep buatan atau artifisial.

Sebagai contoh, untuk perhitungan kebutuhan cahaya dalam suatu ruangan, penghuni rumah dapat mengoptimalkannya dengan mendesain letak, arah, dan besar bukaan. Bahkan nilai pantul untuk memenuhi tingkat pencahayaan yang diinginkan juga layak dipertimbangkan Jika nilai secara alami tidak bisa dipenuhi secara optimal, maka dibantu dengan pencahayaan buatan dengan semua kalkulasinya.(raya)(wwfid.panda.org)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Technology dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s