Mitos-Mitos Osteoporosis

Tidak hanya di Indonesia, di Negara maju, mitos-mitos tentang osteoporosis-pun masih mengisi benak banyak orang. “Salah persepsi ini sering menjadi kendala, sehingga orang kurang waspada terhadap osteoporosis, penyakit yang bisa sebabkan kecacatan, kehilangan kemandirian, bahkan kematian, “kata Liselle Douyon, MD, ahli endokrinologi dari University of Michigan Health System.

Mitos-mitosnya adalah:

1. Osteoporosis adalah penyakit perempuan
Keropos tulang tidak memandang jenis kelamin. Walaupun memang lebih banyak diderita perempuan. Satu diantara delapan pria usia 50 tahun akan terkena retak atau patah tulang terkait osteoporosis. Pria dianjurkan lakukan pencegahan yang sama dengan wanita, misal dengan evaluasi hormon testosterone.

2. Osteoporosis adalah penyakit keturunan
Tidak punya riwayat penyakit ini bukan berarti bebas dari resiko terkena osteoporosis. Setiap orang bisa jadi calon penderita penyakit ini, terutama bila dia punya banyak faktor resiko.

3. Produk susu cegah Osteoporosis
Susu sapi mengandung tinggi kalsium (300 mg/250 ml), tapi tidak optimal diserap oleh tubuh. Susu juga kaya fosfor yang tingkatkan eksresi kalsium melalui urin. Bukan berarti anda tidak perlu minum susu. Kuncinya yaitu anda harus mengkonsumsi beragam makanan sumber kalsium, mineral, dan asam lemak esensial.

4. Tes kepadatan tulang itu menyakitkan

Sama sekali tidak. Pemeriksaan X-ray yang disebut DEXA (dual energy X-ray absorptiometry) adalah cara terbaik untuk mengecek kepadatan tulang, tapi sayang harganya mahal. Tes lain bisa melalui urin yang disebut bone reabsorbstion assessment. Tes ini bisa diulang sesering mungkin sesuai keperluan .

5. Peduli Osteoporosis jika usia mulai menua saja
Tidak ada kata terlalu pagi untuk mulai memikirkan kekuatan tulang karena tulang mulai membangun kepadatannya sejak masa bayi hingga dewasa muda. Daripada terlambat, lebih baik mencegah kan

6. Osteoporosis tidak bisa dicegah dan tak bisa diobati
Perilaku sehat sejak muda seperti mengkonsumsi nutrisi yang baik dan beragam, olahraga teratur (jalan kaki, jogging), dan suplemen vit.D yang cukup dapat mencegah Osteoporosis. Jika Osteoporosis terdiagnosis secara dini, maka akan lebih mudah di obati.

7. Osteoporosis tidak pengaruhi emosi
Fraktur (patah tulang) bisa membuat orang hilang kepercayaan diri, citra tubuh, serta mood. Orang yang tidak bisa gerak bebas karena fraktur mungkin takut jatuh lagi dan selalu merasa cemas, bahkan depresi.

Sumber: http://www.medicalera.com

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Health dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s